Pribadi Muslim Berkualitas

Pribadi Muslim Berkualitas

Sebagai seorang muslim kita memiliki sosok manusia ideal yang menjadi contoh pribadi muslim sejati, tetapi terkadang menjadi muslim sejati menurut sebagian orang pun juga beragam dan bahkan menimbulkan banyak pertanyaan.  Apakah pribadi muslim itu hanya dilihat dari segi dia berpakaian sehari-hari atau tampilannya saja?. Tentu saja tidak, banyak hal yang bisa dilihat dalam diri seseorang untuk menentukan apakah dia itu seorang muslim yang memilki kepribadian yang berkualitas atau hanya sekedar menumpang status sebagai muslim saja. Memang agak sedikit miris didengar, tetapi itulah kenyataan yang sebenarnya. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas untuk menjadi pribadi muslim yang baik. yaitu.

1.Pergaulannya.

Kenapa pergaulan yang harus yang didulukan, karena pergaulan ini menyangkut hubungan seseorang denagn orang lain yang bisa menimbulkan penilaian orang lain terhadap dirinya. Seorang pribadi muslim yang berkualitas dia pasti akan menjaga pergaulannya dengan baik, memilah dengan siapa dia bergaul dan bagaimana seharusnya dia bergaul. Memilah disini maksudnya bukan tidak boleh dia bergaul dengan orang selain muslim atau orang yang kurang berkepribadain sebagai muslim, tetapi maksud disini adalah dia bisa menjaga sikapnya, bisa memberikan contoh yang baik terhadap lawan bergaulnya, kata-katanya tidak menyinggung perasaan orang lain dan dia tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan yang kurang baik dari teman bergaulnya.

Seorang pribadi muslim bisa menempatkan dengan siapa dia berbicara, serta mampu mengedepankan adab dalam bersikap, apakah dengan orang yang tua darinya, teman sebaya, atau pun orang yang lebih kecil darinya. Ucapannya sopan dan santun, tidak hanya kepada orang yang lebih tua darinya saja tetapi kepada teman sebaya atau yang lebih kecil darinya juga dia bersifat sopan dan bisa memberikan contoh kepada semua kalangan sehingga orang nyaman berada disekitarnya dan menjadi penerang bagi masyarakat.

2. Menjaga ibadahnya

Ibadah adalah satu hal yang menentukan masa depan seseorang nanti setelah mati. Sebagai seorang muslim yang berkualitas dia pasti bisa mengontrol ibadahnya. Menjaga amalan amalannya, bacaan qurannya, sedekahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap saudaranya, dan yang terpenting adalah bagaimana dia menjaga shalatnya. Menjaga shalat ini tidak hanya sekedar shalat untuk melepaskan kewajiban atau melepaskan hutang saja, tetapi seorang pribadi muslim dian menjaga waktu, kekusyukan, dan menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam shalat itu sendiri.

Menjaga nilai-nilai dalam shalat itu bisa dilihat dari kepribadiannya. Ketika dia ingin melkukan sesuatu keburukan dia ingat dia itu shalat, sehingga dia tidak jadi melakukan keburukan tersebut. Ketika dia lalai terhadap amalan-amalannya, dia sadar dia itu sholat dan memperbaiki amalannya. Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab nantinya. Jika shalatnya bagus dan terjaga maka baik baik pula amalan lainnya disisi Allah. Tetapi sebaliknya, jika shalatnya tidak terjaga maka amalan lain tidak akan diterima dan percuma saja.

3. menjaga hatinya.

Hati adalah sumberkebaikan dalam diri manusia. Sebagai mana dikatakan dalam Al-qur’an yang menjelaskan, sesungguhnya dalam diri seseorang itu ada segumpal darah, yang mana apabila segumpal darah itu baik maka baik lah seluruh anggota tubuhnya. Tatapi jika sebaliknya, segumpal darah itu buruk maka tercemar lah atau buruk pula lah seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang dimaksud itu adalah hati. Hati memiliki banyak sekali penyakit, diantaranya yaitu penyakit iri dan dengki. Dua penyakit ini lah yang sangat berpengaruh besar terhadap hati seseorang. Penyakit yang membuat seseorang merasa gelisah, tidak tenag dan tidak senang dengan orang lain yang lebih darinya. Cirri-cirinya, ketika orang lain senag dia gelisah dan ketika orang lain susah dia kegirangan dan senang. Sungguh penyakit yang sangat menjijikan dalam diri seseorang yang bisa memakan semua amalan dan merenggut pribadi muslim berkualitas dalam diri seseorang.

Untuk menjaga hati perbanyak lah istgfar dan bertawakal. Anggap lah sesama orang muslim itu bersaudara dan merupakan anggota keluarga yang penting dalam hidup kita. Denga demikian akan menimbulkan rasa kasih saying dan kita akan merasa senang ketika saudara kita senang dan merasa susah atau sedih ketika saudara kita susahatau sedih pula.

Seorang pribadi muslim yang berkualitas tidak hanya bisa menjaga hatinya saja, dia juga bisa menjaga hati orang yang ada di sekitarnya. Dia bisa membuat hati saudaranya senag berada didekatnya, menjaga sikap dan ucapannya dari hal yang bisa mnyakiti saudaranya. Jika sudah tertancap dalam diri untuk saling menjaga hati, maka tidak akan pernah timbul penyakit iri dan dengki tersebut.

4. Menjaga keiklasan.

Keikhlasan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk diucapkan tetapi pada hakikatnya sangat sulit untuk dijalani. Keiklasan sangat membutuhkan pengorbanan yang sangat besar untuk mencapainya. Semua amalan baik itu yang berhubungan dengan sesama ataupun yang berhubungan denga yang maha kuasa tidak akan ada artinya jika keiklasan tidak tertanam dalam diri seseorang. Sesuatu yang kita lakukan jika tidak dilaksanakan denga keiklasan disebut denga ria. Ria merupaka tindakan yang didasarkan untuk memperoleh pujia dari orang lain, tindakan yang dilakukan karna rasa segan dan malu terhadap orang lain, tetapi ketika tidak ada orang lain dia tidak mau melakukannya. Seorang muuslim yang berkualitas harus kuat menjaga keiklasannya dalam beribadah karna Allah tuhan semesta alam. Baik iklas terhadap ibadah langsung kepada Allah maupun terhadap sesaman manusia. Jadi bisa disimpulkan semua amalan yang dilakukan seseorag tidak ada artinya tanpa adanya keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Close Menu